Hanya Tuhan Yang Tahu

Aku ingat hari itu. Hari aku bertemu orang-orang baru. Kami berteman, teman yang sangat dekat, tanpa tahu bahwa kami adalah musuh. Aku punya amunisi, begitu pula kamu. Kami siap bertempur.

Hari berlalu. Malam terasa sunyi, meninggalkan kepahitan. Menenggelamkan suara, menahan isak tangis akan kekalahan. Kami hanya bisa bernapas, kami musuh, kami pula teman.

Kami hanya bisa pasrah kepada-Nya. Kami tidak mengerti akan kebijakan yang telah Ia berikan. Kami berteriak pada yang sudah dimudahkan, begitu pula mereka. Mereka yang sudah menetap, tinggal di tenda, seakan lenyap dan lupa keberadaan kami. Mereka begitu bangga mereka selamat, tanpa memerhatikan kami, yang harus saling bertempur.

Kami hanya bisa berkehendak. Engkau yang menentukan.