Membuka halaman satu persatu. Memaknai setiap kata yang ada. Memandangi siluet senyuman kebanggan.

Aku hampir lupa, betapa aku begitu mengagumimu. Mataku tertutup oleh berbagai emosi yang meluap-luap karena banyak hal yang belum tersampaikan. Tertutup pula oleh telinga yang tidak ingin mendengar, lidah yang terus berkata tajam, serta hati yang dingin.

Tidak pernah menyebutkan alasan mengapa air-air itu terus mengalir. Yang ada, aku disini diam, menikmatinya.

Mungkin, waktu yang akan menjawabnya.

P.S. : #nowplaying track 07 :)