Have you ever feel, you scared of everything, scared of losing all the things you love, the person exact you love?
Hari ini Aku mendadak bangun. Rasanya sesek. Takut, sekaligus sedih, sekaligus iri, sekaligus segalanya. Waktu ini berjalan begitu lambat, air mata ini tersendat dan nggak bisa keluar. Yang akhirnya Aku memutuskan untuk menulis.
Kadang, hal yang tidak kamu perkirakan, hal kecil bisa menjadi tombak bagi kamu sendiri, untuk memulai perubahan. Kata-kata itu, tawa itu bukan membuatku semakin senang, tapi semakin sedih. Semakin Aku sadar aku sudah terlalu jauh, tidak mengenalnya. Bukan karena siapa, atau apa, tapi karena dirimu sendiri.
Rasanya sudah terlalu lama aku egois. Tidak memerhatikan dia, sekitar, teman, terlalu fokus pada diri sendiri. Mungkin karena Leo, Aku selalu merasa diriku nomor satu. Masalahku, masalahmu juga. Dan masalahku merupakan masalah nomor satu di dunia, like-a-queen.
Tapi apa yang aku dapat? Rasanya disini cuma sedih, nyesek karena bener-bener enggak tahu apa-apa. Aku terlalu membesar-besarkan masalah, memendam sendiri, lalu Aku luapkan ke seorang. Dan dia lah orang beruntung yang kena batunya. Tee hee.
Sudah berapa lama ya aku tidak mendengarkan? Merasa selalu paling benar. Merasa tidak pernah dan tidak mau di salahkan. Selalu mengundang perdebatan, yang tidak ada jawabnya, hening.
Maaf ya, segalanya kadang menjadi berantakan. Aku jadi sering menutup telinga, terlalu banyak berbicara. Aku bahkan nggak tahu apa-apa tentang kamu, bukan karena (mungkin) kamu nggak cerita atau (mungkin) karena aku tidak pernah mendengarkan.
” Aku udah nggak tau lagi gimana saat aku nggak punya alesan untuk ketemu kamu, sms kamu, bbm kamu, aku masih belum kebayang”
Semoga semoga semoga kata-kata terus dan nggak akan pernah berubah, apapun yang terjadi nanti ya.
I miss you, please stay, don’t go :’)
(Inspired by raikalifaputri.tumblr.com, sebuah blog yang berisi ketulusan penulis, yang membuat aku nggak berhenti untuk klik tombol ‘next’)
- décembre 25 2011 | - Read More →

